Bab 21 Rumah Sakit Grande
Syukurlah, akhirnya ia mendarat dengan selamat tanpa kekurangan suatu apa pun.
He Jiyue menyeret koper, berdiri di luar bandara dengan perasaan ragu. Berita kedatangannya di Kota M tidak akan bisa ia sembunyikan lama-lama. Jika Ning Xiuyuan tidak bisa menemukannya, pria itu pasti akan menebak bahwa ia telah pergi ke sini. Jika tidak mencari cara untuk menenangkannya, cepat atau lambat ini akan menjadi masalah besar.
Memikirkan hal itu, He Jiyue menaiki taksi terdekat dan menyebutkan sebuah alamat, "Ke Rumah Sakit Grande!"
Rumah sakit ini adalah rumah sakit swasta di bawah naungan Perusahaan Yuanjing yang telah disepakati oleh Ning Xiuyuan saat itu. Ia akan melapor ke sana agar nantinya jika Ning Xiuyuan bertanya, ia punya alasan yang tepat. Pria itu sepertinya juga telah menyiapkan sebuah rumah untuknya, tetapi itu tidak penting. Ia merasa muak hanya dengan membayangkannya saja!
...
Kediaman Keluarga Jiang.
"Qiran, sering-seringlah main ke sini lagi ya."
Nyonya Jiang mengantar Li Qiran keluar dengan senyuman yang merekah. Ia sangat puas dengan Li Qiran yang memiliki paras, latar belakang keluarga, dan bakat yang luar biasa.
"Tante, saya pasti akan sering berkunjung jika ada waktu."
Li Qiran berbincang sejenak dengan ramah sebelum akhirnya naik ke mobil dan pergi. Begitu sosoknya menghilang, senyum Nyonya Jiang lenyap, digantikan raut wajah yang penuh keprihatinan. "Aduh! Sepertinya aku harus memikirkan cara lain untuk menjodohkan mereka."
Jika tidak, keinginan putranya untuk menikah dengan Li Qiran hanyalah angan-angan belaka. Sepanjang hari, putranya bersikap dingin dan acuh tak acuh, seolah-olah mereka adalah orang asing. Nyonya Jiang melihatnya dengan mata kepala sendiri dan merasa cemas, namun ia tidak berdaya. Untungnya, terlihat jelas bahwa Li Qiran sangat menyukai putranya. Jika tidak, meski Nyonya Jiang sangat puas dengannya, ia pasti sudah mencari kandidat lain. Bagaimanapun, meski keluarga Li tidak sebesar keluarga Jiang, mereka tetap merupakan keluarga terpandang di Kota A. Inilah hal yang paling memuaskan bagi Nyonya Jiang!
Saat melintas di depan kamar Jiang Shuyan, ia berhenti melangkah. Di atas tempat tidur, sebuah kotak kado dengan kemasan yang sangat mewah tergeletak di sana.
"Benda apa ini? Apakah Shuyan yang membawanya?"
Nyonya Jiang bertanya-tanya dengan rasa penasaran, mengira itu adalah kado yang dibeli Jiang Shuyan untuknya setelah menghadiri acara lelang semalam. Namun, saat kotak itu dibuka, ia tertegun. Di bawah cahaya lampu yang lembut, sebuah berlian biru berbentuk hati yang diukir dengan indah memancarkan kilau yang menyilaukan, tampak begitu mewah dan luar biasa.
Meski belum pernah melihatnya secara langsung, Nyonya Jiang pernah mendengar tentangnya dan bisa menebak benda apa itu—Jantung Biru Langit!
Bukankah benda itu sudah dibeli oleh pembeli misterius di acara lelang? Bagaimana bisa ada di tempat Shuyan?
Nyonya Jiang meletakkan kotak itu kembali, berniat membawa kotak beserta berlian tersebut untuk menanyakan kejelasannya pada Jiang Shuyan. Namun, ia tiba-tiba menyadari bahwa ujung jarinya yang tadi menyentuh berlian itu meninggalkan bekas bubuk putih. Setelah diperhatikan lebih dekat dan dicium aromanya, ternyata itu adalah bedak kosmetik wanita!
Wajah Nyonya Jiang seketika berubah murka. Semuanya menjadi jelas sekarang. Pembeli misterius itu adalah Jiang Shuyan sendiri yang ingin memberikan berlian itu kepada kekasih gelapnya, namun kekasihnya justru mengembalikannya, dan kejadian itu kebetulan disaksikan olehnya.
...
Brak!
Kotak kado berisi berlian itu dibanting ke atas meja hingga menimbulkan suara keras.
"Katakan! Apakah kau pembeli misterius di acara lelang itu?"
Nyonya Jiang bersedekap, menatap Jiang Shuyan dari atas dengan tatapan tajam. Ia benar-benar tidak mengerti bagaimana putranya yang biasanya cerdik bisa terjebak oleh seorang wanita licik. Seorang wanita yang mampu mengembalikan berlian semahal itu membuktikan bahwa keserakahannya jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Wanita itu bahkan bisa membangun citra sebagai gadis polos, mandiri, dan kuat di depan Jiang Shuyan dengan berkata, "Yang kucintai adalah dirimu, bukan uangmu."
Orang kaya memang menyukai drama seperti itu. Dalam benak Nyonya Jiang, segera terbayang sosok wanita licik yang berhati kejam seperti ular namun berpenampilan polos seperti bunga putih.
Melihat Jiang Shuyan terdiam, Nyonya Jiang menganggap itu sebagai pengakuan setelah kedoknya terbongkar, dan ia menjadi semakin marah. "Jiang Shuyan! Apakah kau tahu apa yang kau wakili saat ini?"
"Apakah kau ingat siapa dirimu?"
"Bisnis yang dibangun oleh ayahmu dan aku selama bertahun-tahun kini telah kuserahkan padamu, dan seperti inikah caramu membalasnya?"
"Seorang wanita licik bisa-bisanya menempel padamu, sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan?"
Dada Nyonya Jiang naik turun karena marah, seolah-olah ia akan pingsan kapan saja.
"Aku tahu apa yang kulakukan."
Jiang Shuyan tidak menunjukkan reaksi berlebihan terhadap omelan yang bertubi-tubi itu. Ia justru teringat pada sosok He Jiyue yang tampak lugu dan polos. Bagaimanapun ia mencoba, ia tidak bisa mengaitkan wanita itu dengan sosok wanita licik. Rasanya sangat tidak cocok. Tanpa disadari, sudut bibirnya terangkat sedikit.
Ia tidak menyadarinya, tetapi Nyonya Jiang yang berdiri tepat di depannya langsung menangkap perubahan itu.
Matanya menyipit dengan sorot dingin yang mengerikan. Tampaknya, ia harus segera mengambil tindakan tegas agar putranya benar-benar memutuskan hubungan dengan wanita licik itu.
Memikirkan hal itu, Nyonya Jiang menggebrak meja dengan keras, membuat Jiang Shuyan tersadar dari lamunannya. Setelah melihat putranya menatapnya, ia berkata, "Mengenai tender lahan di Kota S, kau yang bertanggung jawab mewakili Grup Dingsheng untuk ikut serta."
Mendengar itu, kening Jiang Shuyan berkerut. "Aku ada urusan lain, biarkan orang lain saja."
"Tidak bisa!"
Nyonya Jiang sudah menduga putranya akan menolak, sehingga ia sudah menyiapkan alasan untuk membungkamnya. "Aku yakin kau mengerti betapa pentingnya lahan di Kota S bagi grup. Jika digantikan orang lain, aku tidak tenang. Lebih baik kau sendiri yang pergi."
Melihat sikap ibunya yang begitu keras, Jiang Shuyan tahu ia tidak bisa menolak. Ia hanya bisa mengangguk. "Baik, besok aku akan berangkat."
Nyonya Jiang menambahkan dengan santai, "Oh ya, jangan lupa bawa Qiran besok."
Rasa kesal melintas di mata Jiang Shuyan. Baru saja ia hendak menolak, ibunya kembali berkata dengan tenang, "Jangan mencampuradukkan urusan grup dengan perasaan pribadimu!"
"Lahan di Kota S itu adalah milik keluarga Li yang dilelang, membawa Qiran ke sana akan memudahkan urusan kalian."
Jiang Shuyan mengerti logika itu, tetapi membawa Li Qiran... Sudahlah. Apakah keinginannya memang penting? Lagi pula, meski ia mengatakannya, ibunya tidak akan pernah peduli. Biarlah seperti ini saja.
Jiang Shuyan membuang rasa kesalnya dan menjawab, "Aku mengerti."
Setelah berkata demikian, ia bangkit dan pergi. Nyonya Jiang memang tidak memedulikannya. Ia sedang sibuk menyampaikan kabar baik ini kepada Li Qiran.
...
Keesokan paginya.
"Kak Shuyan..."
Begitu datang, Li Qiran menyapa Jiang Shuyan dengan penuh semangat. Hari ini ia mengenakan gaun retro berwarna hitam dengan aksen benang emas, serta bros batu rubi yang besar dan mewah di dadanya, membuatnya tampak dingin dan berkelas. Dipadukan dengan sepatu hak tinggi berwarna merah darah, penampilannya benar-benar memancarkan kesan yang anggun sekaligus mematikan!
Ia tampak seperti mawar berduri!
Saat mengetahui bahwa hanya ia dan Jiang Shuyan yang akan pergi, seolah-olah sedang berkencan berdua, ia merasa sangat bersemangat. Ia berdandan secantik mungkin karena ingin memukau pria itu hari ini.
Namun, ketika pria berjas rapi itu berjalan melewatinya tanpa ekspresi, bahkan tanpa meliriknya sedikit pun, hatinya terasa hampa.