Jilid Pertama, Bab 1: Pemburu Hadiah Tingkat Tertinggi
“Nona Besar, mohon berhenti memukul, kasihanilah nona kami!”
“Nona Besar, nona kami hampir mati dipukuli, hamba mohon pada Anda!”
Suara gadis kecil yang memohon ampun dan bunyi dahinya membentur lantai tiba-tiba menggema di benak Han Qianling. Tubuhnya bergetar hebat, cambuk yang menghujam punggungnya pun belum juga berhenti.
…
Dingin, sedingin-dinginnya.
Dibandingkan rasa dingin menusuk ini, rasa sakit dari cambuk itu tak ubahnya seperti digelitik saja.
Ia merasa asing dengan keadaan di depannya. Seharusnya, kini ia sudah berada di dasar tebing, tubuhnya hancur berkeping-keping.
Orang-orang yang dikirim oleh organisasi itu tadinya hendak membawanya kembali untuk disiksa, namun ia lebih cepat bertindak, melompat dari tebing setinggi sepuluh ribu meter sambil membawa gelang giok yang diidam-idamkan semua orang.
Hmph!
Sebagai pemburu bayaran yang selalu masuk tiga besar di daftar pembunuh internasional, Han Qianling sudah bersiap untuk mati tanpa jejak.
Mengorbankan nyawanya demi menghancurkan gelang giok itu, agar tak jatuh ke tangan pembeli yang mengkhianatinya, ia merasa itu adalah perhitungan yang sepadan.
Namun, terbangun di tempat aneh seperti ini, sungguh di luar keinginannya.
Apakah ini... neraka?
“Mengapa diam saja? Sudah mati, ya?” Perempuan yang dipanggil Nona Besar oleh para pelayan itu berjalan mendekat, mencengkeram wajah Han Qianling.
Awalnya ia mengira Han Qianling sudah tak bernyawa, namun yang dilihat justru sepasang mata dingin yang berkilat menusuk.
Kepala Han Qianling terasa ingin pecah, sebab ingatan milik pemilik tubuh asli mengalir deras, membanjiri pikirannya.
Sama seperti dirinya, pemilik tubuh ini juga bernama Han Qianling, putri ketujuh belas dari Keluarga Han di negeri Liaodong—anak perempuan kepala keluarga Han dengan gadis pelayan rendahan.
Pelayan itu, saat tuan rumah lengah, diam-diam mencampurkan obat ke dalam minumannya, sehingga lahirlah pemilik tubuh ini.
Awalnya, ia ingin melahirkan anak laki-laki demi jabatan selir, namun yang lahir justru anak perempuan, itu pun terlahir bodoh dan tak bisa berlatih, hingga si pelayan meninggal dunia karena marah, bahkan sebelum tuan rumah sempat murka.
Keluarga Han memang subur akan anak perempuan, hingga istri sah kepala keluarga pun harus melahirkan empat putri berturut-turut sebelum mendapatkan seorang putra, apalagi para selir, hampir semuanya melahirkan anak perempuan.
Putri-putri yang masih punya ibu kandung pun hidupnya serba kekurangan, apalagi pemilik tubuh ini yang ibunya sudah meninggal dan statusnya paling rendah serta dianggap bodoh.
Bisa dibayangkan, hari-hari yang dijalaninya sungguh lebih hina dari binatang, bergantung belas kasihan orang lain.
Kejadian hari ini bermula dari ketidaksengajaan pemilik tubuh ini mengotori gaun baru milik putri sulung istri sah, dan karena kebodohannya, ia tak tahu cara meminta maaf, hanya bisa panik dan mencoba melarikan diri.
Nona Besar itu naik pitam, lalu menyuruh pelayan menyiksa pemilik tubuh ini, hingga akhirnya nyawanya pun melayang.
Walaupun terasa gila, setelah semua ingatan itu menyatu, Han Qianling yakin bahwa ia telah menyeberang ke dunia lain yang berpusat pada kekuatan berlatih diri.
“Kau masih berani menatapku?!” Han Ruoshuang melihat Han Qianling menatapnya dengan mata besar dan polos, sontak menampar wajahnya dengan keras.
Suara tamparan itu nyaring menggema, tubuh Han Qianling yang kecil berputar di udara beberapa kali sebelum jatuh menghantam tanah.
Kali ini ia benar-benar merasakan sakit.
Han Qianling ingin memaki, tapi tubuhnya seolah membeku, dingin dan lemas, dan tamparan Han Ruoshuang barusan disertai tenaga dalam.
Terlaknat, kini ia benar-benar seperti domba yang siap disembelih, sama sekali tak punya kekuatan melawan.
Kalau begitu, apa gunanya ia menyeberang ke dunia ini?
Baru saja pikiran itu muncul, tiba-tiba pergelangan tangannya terasa hangat, aliran itu cepat menyebar ke seluruh tubuh, mengusir dingin yang menusuk hingga lenyap.
“Nona Besar, tangan Anda pasti sakit setelah memukul. Serahkan saja urusan kasar seperti ini pada kami, biarkan hamba yang melakukannya,” pelayan laki-laki yang tadi mencambuk Han Qianling berkata sambil menyodorkan sapu tangan pada Han Ruoshuang, lalu kembali mengayunkan cambuk ke punggung Han Qianling dengan kejam.
Para pelayan dan pelayan perempuan di sekitar mereka pun menimpali, “Benar, Nona Besar! Gadis bodoh seperti ini hanya membawa sial, lebih baik Anda menjauh saja!”
Melihat wajah mereka yang penuh penjilatan, Han Qianling menggertakkan giginya.
Seharusnya, bagaimana pun juga, pemilik tubuh ini adalah seorang nona. Meski mereka tak harus melayaninya, tak sepantasnya mereka memperlakukannya seperti binatang.
Hanya karena ia yatim piatu, lemah, dan dianggap bodoh!
Pelayan laki-laki itu menoleh dan melihat Han Qianling mencebik, sontak ia naik pitam, “Dasar bocah sialan, masih berani tidak terima? Sudah menyinggung Nona Besar, nyawamu pun tak cukup untuk menebusnya!”
Sambil berkata begitu, ia kembali mengayunkan cambuk, namun kali ini cambuk itu tak pernah sampai ke tubuh Han Qianling.
Han Qianling tiba-tiba melompat bangkit dari tanah, satu tangan mencengkeram leher pelayan itu, tangan lain merampas cambuk dan melilitkannya ke lehernya, menarik erat-erat.
Pelayan itu memang sering berjaga di gubuk reyot Han Qianling, tak jarang ia yang paling duluan menindas pemilik tubuh ini.
“Ugh... uh...” Pelayan itu meronta hebat. Seharusnya ia lebih tinggi dan kuat dari Han Qianling, tak mungkin dengan mudah dilumpuhkan. Namun, cengkeraman gadis kecil itu seolah terbuat dari baja, tak memberinya kesempatan untuk lolos.
Tak lama kemudian, pelayan itu pun tak bernyawa.
Wajahnya membiru, lidahnya terjulur, tubuhnya kaku.
Tak seorang pun sempat bereaksi, satu nyawa melayang begitu saja.
Han Ruoshuang yang tadinya santai duduk di kursi, terbelalak melihat pemandangan ini, seolah melihat hantu.
Ini Han Qianling? Gadis bodoh yang selama ini selalu diinjak-injak?
Karena keluarga terlalu banyak anak perempuan, Han Ruoshuang bahkan hampir lupa kalau ada orang seperti Han Qianling. Namun, yang membuatnya murka, Han Qianling yang bodoh itu ternyata berani menyentuh sepupunya, menodai nama baik keluarganya!
Sama hinanya dengan ibunya!
Tanpa menunggu perintah, para pelayan yang sejak tadi mengepung pun langsung menyerbu, berniat mencabik-cabik Han Qianling.
Seorang gadis tak berguna, meskipun tiba-tiba menunjukkan sedikit kekuatan, pada dasarnya tetap saja sampah.
Pikiran itu membuat para pelayan tak terlalu sungguh-sungguh menangkapnya, mereka hanya ingin mempermainkannya seperti kucing bermain dengan tikus.
Namun mereka terlalu percaya diri, dan meremehkan Han Qianling yang kini berbeda.
Dalam waktu singkat, beberapa pelayan itu pun tersungkur ke tanah, meski tak sampai tewas, namun tak mampu lagi berdiri.
Melihat kejadian itu, mata Han Ruoshuang berkilat tajam, seolah menyadari Han Qianling telah berubah, barangkali dirasuki makhluk jahat.
Apa pun yang terjadi, orang ini tak boleh dibiarkan hidup. Ia harus disingkirkan.
“Changfeng!” Ia berseru ke udara, seketika seorang pria berjubah hitam muncul dari ketiadaan, dialah pengawal bayangan milik Han Ruoshuang.
Sebagai putri sulung keluarga Han dan keponakan kesayangan keluarga Cheng, Han Ruoshuang memang selalu dilindungi oleh pengawal bayangan.
“Bunuh dia,” Han Ruoshuang mengangkat tangan, matanya sedingin es, menatap Han Qianling yang terengah-engah di lantai, seolah menatap mayat hidup.