Dia dan Hailin bersama-sama jatuh terbanting ke lantai.

Memikat Dewa Tidak ada tomat di dalam panci sup tomat. 2517kata 2026-03-26 22:37:59

"Atau sebaiknya kita beri tahu Tuan Muda Shan saja, Nona Lu sudah tidak ada kemungkinan lagi?"

Malam hari, setelah Nyonya Tua selesai mencuci muka dan membersihkan diri di kamarnya, sang kepala pelayan berdiri di sisi wanita paruh baya itu sambil menyerahkan secangkir teh penenang jiwa.

Nyonya Tua menghela napas. "Sebenarnya aku ingin, tapi kalau dikatakan begitu, bagaimana jika nanti mereka berdua malah menjadi musuh? Cepat pergi dan cari tahu keluarga mana saja di Jiangcheng yang bermarga Lu."

"Baik," jawab kepala pelayan sigap dan langsung mengurusnya.

Keesokan harinya, Lu Zhi pergi ke lokasi syuting.

"Baru-baru ini perusahaan sedang mendekati sebuah film wanita mandiri untukmu, sepertinya akan diambil gambarnya di Kota Sinema juga, tunggu beritaku dulu."

"Tidak membiarkan aku beristirahat sebentar? Jadwalku sudah padat terus dalam waktu yang lama."

"Pemeran figuran punya banyak waktu istirahat. Kalau kamu mau istirahat, aku juga bukan tidak bisa mengabulkannya."

Lu Zhi: ......... Sungguh menusuk hati.

Menyebalkan sekali!

"Urusan mendekati pria adalah urusan mendekati pria, tapi ambisi berkarier tidak boleh hilang. Pria sering kali ada, tapi karier tidak selalu ada. Masa paling menguntungkan bagi seorang wanita yang berkecimpung di industri hiburan adalah beberapa tahun di masa mudanya. Jika kamu tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, begitu menginjak usia tigapuluhan, kamu akan kehilangan kepopuleran. Seorang bintang wanita yang sudah meredup akan sangat sulit untuk bangkit kembali."

"Manfaatkan kesempatan dalam beberapa tahun ini. Nanti saat usiamu sedikit lebih tua, aku akan membantumu melakukan transisi. Selama transisi itu berhasil, jangankan usia 30 tahun, bahkan jika kamu masih ingin bertahan di industri hiburan pada usia 50 tahun pun, kamu tetap bisa melaluinya."

"Aku sudah tahu Kak Fang adalah yang terbaik." Lu Zhi memeluk lengan Zhao Fang sambil bermanja-manja.

Ia menggesekkan tubuhnya seperti seekor kucing kecil, dan Zhao Fang mengetuk dahi Lu Zhi. "Pergilah jalin hubungan baik dengan pemeran penggantimu itu, Hai Lin."

"Kenapa?" Lu Zhi terkejut. Bukankah orang yang tiba-tiba muncul dan sangat mirip dengannya seperti ini seharusnya dijauhi?

"Tidakkah kamu ingin tahu? Untuk apa dia muncul di sisimu? Jika kamu membencinya dan menjauhinya, begitu melihatmu, sarafnya akan tegang dan dia akan memasang kewaspadaan. Tapi jika kamu mendekatinya dan berbuat baik kepadanya......"

Lu Zhi mengerti.

"Membunuh dengan pisah tajam, siapa pun bisa melakukannya. Tapi membunuh dengan pisah tumpul, tidak terlihat darahnya namun paling mematikan."

Zhao Fang menyukai Lu Zhi. Cerdas, pandai, dan tahu cara membawa diri, semuanya adalah kelebihan.

Ia menyukainya saat belum tahu siapa sosok besar di balik Lu Zhi, dan semakin menyukainya lagi setelah mengetahui siapa sosok besar di belakangnya.

Gadis ini, jelas-jelas bisa mengandalkan pria untuk berdiri tegak di industri hiburan, namun ia justru melangkah set demi set dengan usahanya sendiri. Ia memiliki tulang punggung dan harga diri.

"Mengerti," Lu Zhi mengangguk.

Sore harinya, seluruh jadwal adalah adegan milik Lu Zhi.

Karakter yang diperankan Lu Zhi dalam drama ini adalah sosok wanita mandiri yang bertumbuh seiring waktu, berkembang sedikit demi sedikit, dan kemampuan bela dirinya semakin hari semakin hebat.

Adegan hari ini diambil di luar area Kota Sinema. Ia mengenakan pakaian ungu, dikejar-kejar dan diburu di tengah hutan bambu.

Saat membaca naskahnya, Lu Zhi langsung merasa jantungnya berdegup kencang karena adegan ini.

Mengenakan pakaian ungu yang berkibar anggun di tiup angin, turun dari langit.

Lalu bertarung sengit melawan orang-orang.

Adegan ini memenuhi semua khayalan kaum hawa.

"Zhizhi, untuk adegan laga tetap pakai pemeran pengganti saja ya."

"Sutradara, aku ingin melakukan adegan ini sendiri," Lu Zhi meminta kesempatan kepada sang sutradara.

Sutradara menatap Lu Zhi dengan sedikit ragu. "Adegan laga di hutan bambu tidak semudah diambil gambarnya seperti di dalam Kota Sinema, kemungkinan cedera juga sangat besar. Kamu yakin ingin melakukannya sendiri?"

Lu Zhi mengangguk dengan ekspresi serius. "Sebelum syuting aku akan bertanya pada Hai Lin dulu, membiarkannya mengajariku."

"Boleh," sutradara berpikir sejenak dan merasa tidak ada masalah.

Seorang aktor yang berdedikasi adalah apa yang sangat ia harapkan.

Saat Lu Zhi menemukan Hai Lin, gadis itu baru saja datang dari tempat istirahatnya dan bersiap masuk ke ruang rias, namun diberi tahu oleh penata rias bahwa itu tidak perlu.

"Hai Lin, Kak Zhizhi bilang adegan hari ini akan ia lakukan sendiri, sebentar lagi dia akan datang mencarimu dan ingin kamu mengajarinya."

Hai Lin tertegun. Sepasang matanya yang jernih tampak seperti rusa kecil yang tersesat di pegunungan, tanpa ada noda kotor sedikit pun.

Ekspresi wajahnya saat menatap sang penata rias bahkan membuat orang itu merasa sedikit bersalah, seolah-olah telah menyakiti orang yang tak bersalah.

"Kak Zhizhi sudah datang," penata rias melirik ke arah belakang Hai Lin.

Lu Zhi sedang mengangkat ujung roknya dan berjalan anggun mendekat.

"Hai Lin, aku ingin kamu mengajariku adegan laga, bolehkah?"

Lu Zhi mencoba mendekatinya.

Hai Lin ragu sejenak lalu mengangguk.

Sutradara memberikan waktu satu jam, dan selama satu jam itu Lu Zhi terus bertanya kepada Hai Lin tentang berbagai hal seputar adegan laga, sama sekali tidak ada obrolan basa-basi lain di sepanjang waktu tersebut.

Hal ini membuat Hai Lin yang tadinya tegang menjadi sedikit lebih rileks.

Semula ia mengira Lu Zhi akan menanyakan macam-macam, tapi tak disangka malah........

"Bagaimana gerakan memutar pedang tadi? Apakah aku seperti ini?"

Hai Lin melihat postur canggung Lu Zhi dan menggelengkan kepala. "Salah."

"Harus membungkuk ke bawah."

"Bagaimana caranya? Bantu aku."

Lu Zhi meliukkan pinggangnya setengah mati namun tetap tidak paham. Begitu mendengar Lu Zhi minta dibantu memegang pinggangnya, Hai Lin tertegun sejenak, dengan malu-malu dan ragu-ragu ia tetap mengulurkan tangannya.

Saat tangannya menyentuh pinggang Lu Zhi, punggungnya langsung menegang kaku.

Melihat reaksinya, Lu Zhi tersentuh dan tersenyum. "Bukankah hal yang sangat normal bagi seorang gadis menyentuh pinggang gadis lain?? Kenapa kamu begitu tegang?"

"Tidak, tidak ada apa-apa......."

Lu Zhi berniat mengggodanya, lalu mendekatkan wajahnya ke hadapan Hai Lin. "Kamu ini sebenarnya bukan seorang pemuda tampan yang menyamar, kan?"

"Bu... bukan."

"Lu Zhi, jangan bermain-main lagi, sutradara sudah mendesak," Zhao Fang berdiri di kejauhan dan melihat mereka berdua hampir menempel menjadi satu. Ia tidak sanggup melihatnya lagi.

Lu Zhi tertawa kecil sambil berjalan ke lokasi syuting.

Selama ia mengambil adegan syuting, Hai Lin terus berdiri di luar memperhatikan.

Begitu satu adegan selesai diambil, orang-orang dari kru sutradara serentak berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah.

"Zhizhi, kamu benar-benar luar biasa."

"Jika setiap aktris di industri hiburan berdedikasi sepertimu, aku pasti bisa hidup jauh lebih lama."

Lu Zhi tersenyum, membiarkan para kru melepaskan kawat pengaman di tubuhnya. "Aku tidak tahu apakah setiap aktris di industri hiburan berdedikasi sepertiku atau tidak, tapi yang kutahu, aku sangat menantikan kerja sama berikutnya dengan Sutradara Liu."

"Bagus, bagus, bagus. Dengan ucapanmu itu, aku jadi tenang."

"Sudah selesai," seorang rekan kru yang melepaskan kawat pengaman memeriksa tali-temali di tubuh Lu Zhi, lalu memberi isyarat tangan kepada rekan di sisi sana.

Melihat kawat pengaman telah dilepaskan, Lu Zhi bersiap untuk melihat hasil rekaman kameranya, ingin melihat betapa bagusnya adegan yang baru saja diambil hingga membuat sutradara memuji setinggi langit.

Saat berjalan melewati Hai Lin, kaki Lu Zhi tanpa sengaja menginjak tali kawat pengaman. Saat kru menarik tali tersebut ke belakang dengan kuat, tubuh Lu Zhi tanpa sadar terhuyung ke belakang.

Dalam kepanikan, sebuah tangan tiba-tiba mengulur dan menariknya.

Brak————Ia dan Hai Lin terjatuh bersamaan ke atas tanah.

Sementara Hai Lin secara naluriah menahan tubuh Lu Zhi di bawahnya.

Ada banyak kerikil yang tidak rata di atas tanah, batu-batu kecil yang tajam menancap dan merobek bahu Hai Lin.

Suasana di lokasi langsung menjadi kacau balau.

Lu Zhi dan Zhao Fang masuk ke rumah sakit.

Begitu tirai ruang gawat darurat ditarik tertutup.

Zhao Fang memelototi Lu Zhi dengan suara ditekan rendah. "Aku menyuruhmu menguji orang itu, bukan menyuruhmu mempertaruhkan nyawamu sendiri."

"Dia tidak akan menyakitiku."

Lu Zhi melihat dengan jelas emosi yang terpancar dari mata Hai Lin saat dirinya hampir jatuh tadi.

Begitu jelas.

"Kamu begitu yakin? Kamu————" Perkataan Zhao Fang belum selesai.

Tirai tiba-tiba ditarik orang dari luar........