BAB 104: Kumpul Bersama
Zhang Tian melirik sekilas ke berbagai benda di tanah dan merasa tidak ada satupun yang layak dipandang. Kualitas benda-benda di dalam sana hampir sama dengan pedang pendek tiga incinya, jadi ia menggelengkan kepala dan berkata, "Tidak perlu."
"Tidak ada yang disukai? Tunggu sebentar, aku akan ambil lagi! Hari ini aku harus memberimu beberapa hadiah! Kalau tidak, aku benar-benar merasa tidak enak, mohon kamu mau menerimanya!" Usai berkata demikian, Chi Huafeng berbalik dan bersiap untuk pergi lagi.
Pada saat ini, Zhang Tian memanggilnya dan berkata, "Kamu tidak perlu pergi mengambilnya. Jika kamu bersikeras ingin memberi, berikan saja aku beberapa tumbuhan obat langka yang digunakan untuk meracik pil!"
Baru saja saat mendaki gunung, Zhang Tian melihat sebuah taman obat di leretan bukit yang berisi banyak tumbuhan obat langka. Meskipun tidak terlalu berguna bagi Zhang Tian saat ini, banyak dari tumbuhan obat tersebut dapat digunakan untuk meracik beberapa jenis pil yang sedang ia butuhkan. Salah satunya adalah Pil Liyan, yaitu pil yang dikhususkan untuk wanita, dapat membuat kulit mereka menjadi lebih baik dan memiliki efek seperti meremajakan kembali. Jenis lainnya adalah pil kultivasi, yang dapat membuat orang biasa mengalami transformasi total, langsung masuk ke tingkat kekuatan lahiriah, dan naik ke jajaran pendekar bela diri.
Namun, Zhang Tian juga tahu batasan. Tumbuhan obat semacam itu memang ada dalam jumlah tertentu di taman obatnya. Meskipun berharga, itu adalah sesuatu yang pantas untuk diberikan!
Setelah Zhang Tian menyebutkan berbagai tumbuhan obat tersebut, Chi Huafeng tertegun sejenak, lalu mengangguk dan menyetujuinya dengan perasaan agak berat hati, kemudian memanggil beberapa murid untuk mengambil obat-obatan tersebut.
Beberapa saat kemudian, tumbuhan obat yang disebutkan oleh Zhang Tian telah dikemas ke dalam beberapa kotak batu giok dan diantarkan ke hadapan mereka. Zhang Tian dengan sangat puas langsung menerimanya.
"Oh, ya." Chi Huafeng tiba-tiba teringat sesuatu dan berkata, "Muridku masih memiliki sebotol Air Murni Yang, akan kuberikan sekalian untukmu!"
"Guru, bukankah Air Murni Yang itu sudah Guru berikan kepadaku?" Qiao Wanqing berseru dengan nada manja.
"Ehem, ehem, nanti aku akan minta lagi dari teman lamaku. Botol yang ini berikan saja dulu kepadanya," kata Chi Huafeng sambil tersenyum.
"Air Murni Yang?" Zhang Tian berpikir sejenak, lalu mengangguk dan berkata, "Kalau begitu itu jauh lebih baik. Terima kasih, Ketua Chi."
"Kamu tidak perlu sungkan. Pengetahuan itu tidak ternilai harganya. Apa yang kamu ajarkan kepadaku sudah lebih dari cukup untuk kupahami dalam waktu yang lama!" ucap Chi Huafeng.
"Baiklah, hari sudah mulai malam, kami pamit dulu." Zhang Tian mengangguk.
"Baiklah kalau begitu, aku tidak akan menahanmu lagi. Jika lain kali kamu datang lagi untuk mengurus urusan di sini, kamu harus mampir ke tempat orang tua ini!" ujar Chi Huafeng.
"Baik, pasti!"
Setelah itu, usai menjemput ayah dan ibu Xue, rombongan pun meninggalkan tempat itu. Bersama mereka, turut serta pula Qiao Wanqing!
Sepanjang perjalanan, mereka mengetahui bahwa Qiao Wanqing adalah keturunan dari keluarga Qiao di Xihang. Keluarga Qiao juga merupakan keluarga yang sangat terkemuka di Xihang, dengan status dan kedudukan yang hampir setara dengan keluarga Mu. Terlebih lagi, Qiao Wanqing adalah murid dari ketua sekte Huafeng, sehingga kedudukannya di dalam keluarga sangat tinggi!
Bisa dibilang kebetulan, bisnis utama keluarga Qiao adalah industri hiburan, dan pengaruh mereka juga sangat besar. Direktur Stasiun Televisi Xihang adalah orang dari keluarga Qiao, dan perusahaan hiburan keluarga Qiao juga merupakan perusahaan besar yang terkenal di seluruh Hua Xia, yang dinamakan Perusahaan Hiburan Xiaoqiao.
Ketika tiba di dekat mobil Hummer, langit telah sepenuhnya gelap, dan mobil tersebut tidak akan muat untuk begitu banyak orang. Tepat ketika mereka berencana untuk berdesak-desakan, terlihat dua kendaraan melaju dengan cepat dari sisi jalan.
Satu adalah sebuah mobil karavan JMC, dan yang lainnya adalah mobil sport Maserati GT!
Setelah semuanya diatur, semua orang naik ke mobil masing-masing dan pergi, hanya menyisakan Zhang Tian dan Qiao Wanqing berdua.
"Dewa Agung! Kamu yang menyetir atau aku?"
Sepanjang perjalanan, dalam gelak tawa dan obrolan santai, ia tidak lagi merasa begitu canggung saat bersama Zhang Tian. Kadang ia memanggilnya Dewa Agung, kadang memanggilnya Tuan Muda Tian, namun Zhang Tian tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Biar aku saja yang menyetir. Tapi aku suka mengemudi dengan cepat, apakah kamu takut?" Zhang Tian tersenyum dan berkata.
"Hih, apa Nona muda ini akan merasa takut hanya karena hal sepele seperti ini?" gerutu Qiao Wanqing ringan sambil melemparkan kunci mobil kepada Zhang Tian.
Segera setelah itu, keduanya masuk ke dalam mobil. Zhang Tian meraba setir mobil dan seulas senyum terukir di sudut bibirnya.
Diiringi suara deru mesin yang sangat keras, mobil sport Maserati GT berwarna merah muda melesat bagaikan seberkas cahaya. Kecepatan itu, sungguh luar biasa cepat!
Dalam sekejap, mobil itu telah mendahului mobil karavan JMC yang berjalan di depan serta mobil Hummer tersebut.
Saat mengemudi, Zhang Tian berpikir bahwa ketika nanti berkembang di Hoshi, ia juga harus membeli beberapa mobil yang layak untuk dikendarai sekadar bersenang-senang!
Secara umum, orang-orang memang menyukai mobil. Siapa yang tidak suka mengemudi mobil mewah, makan makanan enak dan minum minuman segar? Di kehidupan sebelumnya, Zhang Tian hanyalah seorang pria melarat berpengalaman yang hanya bisa melihat orang lain menikmati semua itu. Di kehidupan kehidupannya kali ini, meskipun pengejarannya telah berbeda, namun semua ini baginya hanyalah hal sepele!
Tak lama kemudian, setelah lebih dari satu jam perjalanan, Maserati merah tersebut tiba di kawasan perkotaan Xihang.
"Hari sudah cukup larut. Air Murni Yang itu aku simpan di perusahaan, bagaimana kalau kita mengambilnya besok siang saja?" tanya Qiao Wanqing.
"Boleh." Masalah ini tidak terlalu mendesak, jadi Zhang Tian langsung menyetujuinya.
Setelah menentukan lokasi, laju mobil melambat, dan setelah berkendara selama setengah jam lagi, mereka pun tiba di hotel tempat Zhang Tian menginap.
Keduanya sempat mengobrol sebentar di dalam mobil. Setengah jam kemudian, dua mobil lainnya baru perlahan-lahan tiba!
"Raja Beihar! Karena urusan telah selesai, kami juga pamit undur diri. Jika ada keperluan apa pun di sini, Anda bisa menghubungi saya kapan saja," kata Kepala Keamanan Negara Provinsi Z sambil mengangguk.
"Baik, terima kasih," jawab Zhang Tian sambil tersenyum dan mengangguk.
"Sama-sama, tidak perlu sungkan. Kalau begitu kami pamit." Usai berkata demikian, mereka langsung pergi mengendarai mobil Hummer.
Tak lama berselang, setelah ayah dan ibu Xue turun dari mobil, Qiao Wanqing juga pamit untuk pergi.
Selanjutnya, Zhang Tian membawa kedua orang tua itu melangkah masuk ke dalam lift diiringi sambutan manis dari para staf resepsionis wanita, lalu tiba di depan pintu kamar dan mengetuknya dengan lembut!
Ketika pintu terbuka, terlihat Xue Zhiqian dan Yun Wei berdiri di ambang pintu, sementara An Tangtang berdiri tepat di belakang mereka!
"Ayah! Ibu!" seru Xue Zhiqian dengan suara bergetar, lalu menerjang maju untuk memeluk erat kedua orang tuanya sementara air matanya tak tertahankan lagi tumpah deras!
"Anakku!"
Ayah dan ibu Xue juga sangat terharu, mata mereka memerah.
Sesaat kemudian, emosi mereka baru mulai mereda.
"Ayah, Ibu, bagaimana keadaan kalian di sana? Baik-baik saja kah, apakah ada orang yang menindas kalian?" tanya Xue Zhiqian.
"Tenang saja, kondisi fisik ayah dan ibumu sangat prima. Tempat itu adalah surga dunia, tempat yang sangat bagus untuk memulihkan kesehatan," ucap Zhang Tian sambil tersenyum.
"Syukurlah kalau begitu, syukurlah. Ayah, Ibu, kejadian kali ini berkat Tuan Muda Tian, beliaulah penyelamat keluarga kita!" ucap Xue Zhiqian dengan sungguh-sungguh.
Mendengar itu, mereka semua bangkit berdiri secara serentak, menghadap lurus ke arah Zhang Tian, bahkan berniat untuk berlutut guna menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada Zhang Tian!
Melihat pemandangan tersebut, Zhang Tian buru-buru menopang mereka agar berdiri.
Setelah itu, mereka pun mengobrol dengan penuh gelak tawa dan kegembiraan. Dari tampangnya, obrolan ini sepertinya akan berlangsung sampai fajar menjelang keesokan harinya!
Zhang Tian dan An Tangtang bangkit berdiri, mengucapkan beberapa patah kata, lalu kembali ke kamar mereka sendiri yang berada tepat di sebelah.
Malam itu, ketika Kepala Keamanan Negara Provinsi Z dan beberapa bawahannya dalam perjalanan pulang, sang kepala memberi instruksi kepada mereka agar tidak berbicara sembarangan setelah pergi.
Mereka mengangguk dengan sungguh-sungguh. Namun, ketika dalam perjalanan pulang mereka berpapasan dengan teman-teman mereka, mereka langsung berkata dengan nada penuh rahasia, "Hei, tahukah kamu pemandangan apa yang kulihat bersama Raja Beihar hari ini?"
"Hah? Pemandangan apa?"
"Dia benar-benar bertarung sengit sampai tiga ratus jurus melawan Ketua Sekte Huafeng tanpa kalah, bahkan secara pribadi membimbing ilmu formasi sang ketua sekte. Ya ampun, itu benar-benar sangat hebat dan mengerikan."
"Yang benar saja?"
"Mana mungkin aku membohongimu! Tapi masalah ini cukup kamu saja yang tahu, jangan disebarluaskan ke mana-mana."
"Baiklah, aku mengerti."
Selanjutnya, ketika teman tersebut beranjak pergi, ia langsung mengeluarkan ponselnya dan menelepon saudaranya, lalu berkata, "Tahukah kamu pemandangan apa yang kulihat hari ini? Kubitahu ya, ini pasti akan membuatmu sangat terkejut. Ya, benar, itu adalah Raja Beihar..."
Alhasil, berita tersebut menyebar dengan cara seperti itu, dan seketika kembali menggemparkan seluruh dunia persilatan Hua Xia!
Raja Beihar!
Di Xihang, mengalahkan pendekar tingkat Xiantian, Dao Kang!
Bertarung sengit melawan Ketua Sekte Huafeng, Chi Huafeng, dengan hasil imbang!
Berita ini membuat seluruh dunia persilatan gempar dan menjadi bahan perbincangan hangat di mana-mana. Chi Huafeng adalah sosok yang berada di ambang tingkat Maha Guru, namun Raja Beihar mampu bertarung hingga tiga ratus jurus dengannya tanpa kalah. Ya ampun! Sebenarnya dari mana asal pendekar sakti bernama Raja Beihar ini!