Putra Kaisar Langit terlahir kembali di tubuh seorang pemuda biasa, memiliki Mata Roh Agung yang mampu meramalkan masa depan seseorang. Sejak saat itu, ia memulai babak baru perjalanan hidupnya yang penuh kejayaan. Mengapa demikian? Karena Lin Fan adalah tokoh utama dalam kisah ini!
“Bang Xin, dia... dia benar-benar... mati?”
Di malam yang gelap dan menyeramkan itu, sekelompok orang telah memukuli seseorang hingga tewas.
“Apa? Mati?! Mana mungkin? Bukankah cuma menendang dia dua kali? Kok bisa langsung mati? Lemah sekali, sialan.”
Satu orang mungkin tak bisa membunuh, tapi jika ramai-ramai menendang dan memukul, menggunakan tongkat pula, mustahil korban bisa selamat.
Orang itu tergeletak di tanah tanpa bergerak, seluruh tubuhnya berlumuran darah, tubuhnya pun mulai membeku. Sun Bingxin menyeringai dan berkata, “Sialan, sampah ini malah berani melawan gue, mati begini terlalu mudah untuk dia.”
Sambil berkata begitu, lelaki bernama Sun Bingxin maju dan menendangnya dua kali lagi, lalu meludahi jasadnya sebelum akhirnya berhenti.
Saat itu, salah satu anak buahnya mengingatkan, “Bang Xin, kita... kayaknya... udah bunuh orang.”
Baru saja kalimat itu selesai diucapkan,
Tiba-tiba kilat menyambar di langit malam, sekejap menerangi bumi yang diselimuti kegelapan, diikuti suara guntur yang menggelegar.
Tik... tik...
Hujan pun turun, makin lama makin deras, belum sampai lima belas menit, hujan sudah mengguyur lebat, membasahi semua orang.
“Hujan turun? Jangan-jangan itu air mata si sampah itu yang menangis?”
Begitu kata itu keluar, semua langsung merinding, apalagi ditambah angin malam yang menderu, membuat takut setengah mati.
Mereka sebenarnya masih pelajar, urusan membully teman sekolah sudah biasa, tapi membunuh? Mereka ini bahkan takut memotong ayam dan sapi, mana berani membunuh orang. Namu