Bab 51: Pertarungan Perebutan Wakil Direktur Utama
Feng Chao tetap pada pendiriannya dan mengucapkan kalimat yang sama: "Maaf."
"Maksudmu, kau takut aku akan membocorkan rahasia?" Jiang Qingyu tertawa karena kesal. "Aku juga bermarga Jiang, dan perusahaan ini juga milikku. Nainan baru saja tiba di perusahaan dan belum banyak mengerti tentang berbagai hal. Aku memiliki hak sekaligus tanggung jawab untuk membantunya menyaring dan membuat keputusan."
Feng Chao membungkuk sedikit dan menolak dengan sopan: "Silakan tunggu Nona Muda Kedua datang."
"Jangan lupa, Nainan hanya menggantikan posisiku untuk sementara waktu. Sekarang aku sudah kembali, posisi wakil presiden tetap menjadi tanggung jawabku. Kalian seharusnya melaporkan pekerjaan kalian kepadaku." Nada suara Jiang Qingyu tiba-tiba menjadi dingin, dan ia mulai meluncurkan ancaman, "Termasuk kau, seorang asisten."
Feng Chao tidak mau mengalah sedikit pun: "Aku direkrut oleh Nona Muda Kedua, dan Nona Muda Kedua berpesan bahwa aku hanya perlu mendengarkan perintahnya."
Jadi, dia benar-benar tidak berniat memperlihatkannya padanya, begitu?
Jiang Qingyu mengangguk. "Begitukah? Kalau begitu, aku akan memecatmu sekarang juga."
"Aku tidak mengizinkannya." Jiang Nai'ran melangkah masuk. Melihat suasana yang penuh ketegangan di dalam ruangan itu, ia langsung tersenyum. "Apa yang Kakak lakukan pagi-pagi begini? Apakah asistenku membuatmu kesal?"
Jiang Qingyu langsung mengadu, "Nainan, aku berniat baik karena takut kamu membuat kesalahan dalam bekerja. Itulah sebabnya aku datang pagi-pagi sekali untuk melihat beberapa proyek terbaru. Siapa sangka asistenmu ini bersikap seolah-olah sedang menghadapi pencuri dan menolak untuk memperlihatkannya kepadaku."
"Benarkah?" Jiang Nai'ran menatap Feng Chao dengan heran.
Feng Chao mengangguk.
"Nainan, asisten yang tidak tahu aturan seperti ini, sebaiknya kamu segera..."
Sebelum Jiang Qingyu sempat merampungkan kata "memecatnya", Jiang Nai'ran sudah menepuk pundak Feng Chao dengan ekspresi penuh persetujuan. "Kerja bagus."
"... Apa maksudmu?" Wajah Jiang Qingyu langsung berubah suram.
Jiang Nai'ran memasang ekspresi tenang. "Dokumen rahasia, mana mungkin bisa ditunjukkan sembarangan? Proyek-proyekku sudah dilaporkan sejak awal kepada Direktur Utama, jadi tidak akan ada kesalahan, dan Kakak sama sekali tidak perlu repot-repot memikirkannya."
Jiang Qingyu menyipitkan matanya dan tersenyum sinis. "Nainan, kamu mungkin baru di sini, jadi kamu belum mengerti sistem manajemen perusahaan. Wakil presiden memiliki hak penuh untuk mengetahui setiap proyek di bawahnya. Ini sama sekali bukan masalah rahasia atau bukan."
"Aku tahu kok." Jiang Nai'ran tersenyum tanpa dosa. "Semua proyek besar dan kecil di perusahaan ini kutahu."
Suasana di dalam ruangan itu terasa dipenuhi aroma mesiu.
Para sekretaris di luar pintu menjulurkan leher mereka lebar-lebar demi mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Kisah rahasia keluarga kaya selalu menjadi bahan gosip yang menarik setelah makan, apalagi drama perebutan kekuasaan antara putri kandung dan putri angkat ini tentu saja merupakan tontonan yang sayang untuk dilewatkan.
Jiang Qingyu mengepalkan tangannya erat-erat. Artinya, Jiang Nai'ran yang tadinya hanya menggantikan posisi wakil presiden, kini sudah ketagihan memegang jabatan itu dan sama sekali tidak berniat melepaskannya, begitu?
Ia menarik napas dalam-dalam lalu berkata, "Nainan, kamu mungkin belum paham. Maksud Ayah adalah kamu hanya memegang posisiku untuk sementara. Sekarang aku sudah kembali, kamu seharusnya mengembalikan posisi ini kepadaku."
"Mengembalikan?"
Jiang Nai'ran menggelengkan kepalanya dan meralat ucapannya dengan serius, "Yang Ayah katakan waktu itu adalah, selama aku mampu mengembannya, maka posisi ini menjadi milikku."
Ia mengulurkan tangannya ke arah Feng Chao.
Feng Chao langsung mengerti dan menyerahkan beberapa lembar laporan keuangan kepadanya.
"Inilah buktinya." Jiang Nai'ran mengibas-kibaskan selembar kertas itu dengan ekspresi tenang. "Pencapaian yang kubuat di posisi ini jelas jauh lebih besar daripada pencapaian Kakak." Ia mengangkat tangannya dan menepuk meja kerja. "Oleh karena itu, aku sangat layak duduk di posisi ini."
Wajah Jiang Qingyu semakin terlihat buruk.
Ia menggertakkan giginya rapat-rapat, lalu mengambil laporan keuangan tersebut untuk melihatnya, dan ia terkejut saat melihat Grup Gu tercantum di sana!
Bagaimana mungkin! Gu Siyan sangat membenci Jiang Nai'ran, bagaimana ia bisa bekerja sama dengannya?
Jiang Nai'ran menarik kembali laporan keuangan itu dengan ekspresi acuh tak acuh. "Kak, aku masih harus bekerja, bolehkah aku memintamu keluar sekarang?"
Jiang Qingyu menggigit bibirnya, lalu berjalan keluar tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Laporan keuangan itu memang terlihat sangat bagus.
Namun, bukan berarti ia tidak memiliki cara lain!
Jika ia tidak segera menghentikannya dan membiarkan Jiang Nai'ran terus bertindak semaunya, langkah pertama adalah perusahaan, langkah kedua adalah status sebagai putri keluarga Jiang, dan langkah ketiga entah siapa lagi, mungkin Pei Ji!
Jiang Qingyu mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan. "Halo, ini aku."
Sepuluh menit kemudian.
Ruangan kerja Direktur Utama.
Saat Jiang Qingyu masuk, beberapa pemegang saham utama sudah berdebat sengit dengan Jiang Lincheng.
Melihatnya masuk, para pemegang saham tersebut langsung angkat bicara tanpa ragu.
"Direktur Jiang, unsur spekulasi dan trik dari Nona Muda Kedua terlalu besar, tidak seperti Nona Muda Pertama yang mengandalkan kemampuan berbisnis murni dan nyata."
"Benar, Nona Muda Pertama sudah berada di perusahaan selama bertahun-tahun dan tidak pernah melakukan kesalahan apa pun."
"Jika dibandingkan, Nona Muda Kedua terlalu tidak bisa diandalkan."
"Nona Muda Pertama baru saja kembali ke perusahaan dan dengan penuh tanggung jawab ingin memeriksa proyek-proyek yang ada, tetapi malah ditolak oleh Nona Muda Kedua. Akibatnya, Nona Muda Pertama sama sekali tidak memiliki wibawa."
Jiang Lincheng sama sekali tidak marah. Ia menatap tenang kepada Jiang Qingyu yang baru saja masuk, lalu bertanya dengan lembut, "Bagaimana menurutmu?"
Jiang Qingyu menggigit bibirnya dengan serba salah lalu berkata, "Ayah, aku tentu saja bersedia menjadi bawahan Nainan, tetapi bagaimanapun juga ia baru saja tiba di perusahaan, jadi aku merasa kurang tenang membiarkan dia mengambil alih."
Setelah berpikir sejenak, ia menambahkan, "Ayah, bagaimana kalau biarkan aku membimbingnya untuk beberapa waktu ke depan."
Ucapannya terdengar sangat masuk akal.
Segalanya dilakukan demi kepentingan terbaik perusahaan.
Jiang Lincheng tersenyum tipis dan bertanya, "Nainan sudah menunjukkan laporan keuangannya kepadamu, kan?"
"... Um." Jiang Qingyu mengepalkan tangannya dengan perasaan gelisah.
"Bagaimana menurutmu?" Jiang Lincheng mengeluarkan laporan keuangan tersebut dan meletakkannya di atas meja.
Para pemegang saham itu kembali melontarkan protes.
"Direktur Jiang, maafkan aku jika lancang, tapi siapa yang tahu bagaimana cara Nona Muda Kedua mendapatkan semua kontrak kerja sama ini?"
"Betul sekali, mulai dari Keluarga Cheng, Keluarga Lin, dan sekarang bahkan kontrak besar dari Grup Gu pun berhasil dia dapatkan."
"Begitu banyak perusahaan yang datang memohon kerja sama secara bersamaan, apakah Nona Muda Kedua benar-benar mengandalkan kemampuannya sendiri?"
Jiang Qingyu pura-pura menundukkan kepalanya, padahal ia sedang tersenyum penuh kemenangan dalam hati.
Wajah Jiang Lincheng berubah muram, dan tiba-tiba ia memukul meja dengan keras.
Semua orang terkejut hingga bergidik ngeri.
Ia berdiri dan berkata dengan dingin, "Jika putriku tidak mengandalkan kemampuannya, lalu mengandalakan apa? Mohon maaf atas kebodohanku, tolong jangan berbicara setengah-setengah, jika ada yang ingin dikatakan, katakan saja secara langsung!"
Mendengar ucapan itu, wajah Jiang Qingyu seketika menjadi pucat.
Apakah Ayah bertekad bulat untuk melindungi Jiang Nai'ran?
Para pemegang saham saling berpandangan dan sama sekali tidak berani berkata apa-apa lagi.
"Jangan hanya diam saja, lanjutkan bicara kalian." Dari luar pintu terdengar suara ejekan Jiang Nai'ran. "Mengandalkan apa aku ini? Apakah mengandalkan tubuhku?"
"Nainan, kembalilah bekerja dulu. Biar urusan ini kuurus." Semalam Jiang Lincheng sudah merasa bersalah kepada Jiang Nai'ran akibat kelalaian mereka.
Sekarang, ia harus melihat putrinya yang bekerja keras malah difitnah oleh orang lain.
Kemarahan Jiang Lincheng benar-benar tersulut.
"Tidak apa-apa, Ayah, mereka tidak akan bisa menjatuhkanku." Jiang Nai'ran melangkah masuk dengan membawa dua berkas dokumen, menatap dingin ke arah para pemegang saham tersebut, lalu berkata, "Jika kalian merasa proyek-proyek besar yang kudapatkan ini kotor, silakan saja. Kalau begitu kuharap kalian semua memiliki sedikit harga diri dan jangan mengambil pembagian hasil dari proyek-proyek ini. Biar kalian tidak mencemari tangan suci kalian yang bersih itu."
Para pemegang saham merasa geram. "Kau, kau benar-benar tidak masuk akal! Direktur Jiang, Anda lihat sendiri kan, dia baru saja menorehkan sedikit prestasi, tetapi sudah berani membentak kami yang lebih tua ini. Mau jadi apa perusahaan ini ke depannya?"
"Apakah ada yang salah dari ucapannya?" Jiang Lincheng dengan tegas membela putrinya.
Jiang Qingyu menggigit bibirnya, lalu membujuk dengan nada lembut, "Ayah, jangan marah, para pemegang saham juga memikirkan nama baik perusahaan."
"Begitu ya, jadi Kakak juga merasa bahwa aku menggunakan cara-cara ilegal untuk mendapatkan proyek-proyek tersebut?" Jiang Nai'ran mengangkat alisnya dengan santai. "Mana buktinya?"
Jiang Qingyu teringat pada Gu Siyan, dan seketika ia tersenyum lega. "Aku punya buktinya."