Siapa aku? Apakah aku hanyalah wadah bagi Hati Jiwa Murni? Atau... misi yang diwariskan dari para Penjaga Pengusir Iblis adalah melindungiku sejak lahir... Tapi, apa gunanya semua itu! Bukan itu yang kuinginkan! Xuan Shi Tian, garis keturunan Penjaga Pengusir Iblis, putra kedua keluarga Xuan, Wen Feiyu, Raja Bangsa Siluman, Ming Xing, Raja Bangsa Arwah... Aku tidak ingin terjerat dengan mereka, namun takdir selalu mempertemukan kami. Aku selalu berusia empat belas tahun, enam tahun berlalu tanpa bertambah dewasa. Keinginanku hanyalah bisa tumbuh besar, bisa mengungkap misteri asal-usulku. Aku tidak pernah ingin menjadi nyonya kedua keluarga Xuan, tidak ingin menjadi ratu bangsa siluman, tidak ingin menjadi ratu bangsa arwah... Namun... Xuan Shi Tian berkata padaku, "Zhi Yao, tugasku adalah melindungimu!" Wen Feiyu berkata padaku, "Zhi Yao, jadilah ratu silumanku, aku akan memberimu semua yang kau inginkan!" Ming Xing berkata padaku, "Zhi Yao, jadilah ratu arwahku, seluruh bangsa arwah akan kau pimpin!" Aku... apakah aku boleh hidup sendiri...
“Tik... tik...”
Aku memandangi air berlumut yang menetes dari tubuhnya, perlahan-lahan menggenang di sekeliling kakiku. Tanpa sadar, aku mengangkat kaki, meringkuk di atas bangku kecil, memeluk tubuh sendiri.
“Kau ketakutan?” Suara seram itu berputar tiga kali di telingaku, lalu menembus dada, menimbulkan sensasi dingin yang menusuk. Aku pun langsung tersentak sadar.
Kalau dibilang takut, sebenarnya tidak juga. Aku sudah sering melihat hantu-hantu yang jauh lebih mengerikan dari dia. Tapi baru kali ini ada satu yang begitu muncul langsung membuat rumahku terasa lembap dan basah seperti ini.
Aku sungguh tidak suka suasana lembap.
Setelah berpikir sejenak, aku berkata, “Kau seharusnya tak mati tenggelam. Cara mati seperti itu sungguh tak cocok untukmu.” Ketika mengucapkannya, aku menundukkan kepala, menatap air yang berasal dari tubuh si hantu air itu, kini hampir menenggelamkan kaki bangkuku.
Anehnya, entah mantra apa yang ia pakai, air dari tubuhnya hanya semakin meninggi di sekelilingku.
Jangan-jangan dia ingin menjadikanku tumbal pengganti dirinya?
Tidak boleh! Tidak boleh!
Sepertinya aku perlu bicara baik-baik dengannya.
“Mengapa kau datang mencariku? Aku tak punya masalah denganmu, baik di masa lalu maupun sekarang!”
“Kau memiliki Hati Jiwa Murni.”
“Kau tahu soal itu juga?” Aku memandangnya dengan heran, dan tanpa sengaja melihat permukaan air di kaki bangku semakin naik.
“Ha ha ha! Li Zhiyao, soal kau memiliki Hati Jiwa Murni sudah diketahui seluruh bangsa hantu dan bangsa siluman. Sekarang, ke mana pu