Bab Empat Puluh Lima: Penemuan Besar
Setelah kembali ke kantor polisi Kota Jiang, hasil pemeriksaan barang bukti yang sebelumnya telah dikumpulkan kini sudah tergeletak di atas meja Ziwu. Ketika ia membuka dokumen tersebut, ia mendapati bahwa serbuk putih itu adalah sejenis obat penenang. Setelah obat penenang itu dilarutkan dalam air, lalu disuntikkan ke saluran udara melalui pipa khusus di lift, selama takarannya tepat, maka siapa pun yang berada di dalam lift bisa dibuat pingsan kapan saja.
Adapun tiga benda yang tertangkap kamera mikro di tubuh Lin Rou sebelumnya, setelah diselidiki oleh tim laboratorium barang bukti, ternyata hanya berupa permen biasa. Namun menurut Ziwu, kemungkinan ada sesuatu yang tersembunyi di dalam permen itu. Jika hanya menggunakan obat penenang untuk mengendalikan orang di lift, rasanya kurang masuk akal. Kecuali, di dalam permen itu sudah disuntikkan obat lain, sehingga ketika dimakan, rasa manis permen menutupi rasa obat yang sesungguhnya.
Mengingat kembali saat Lin Rou menghilang dan Ziwu bersama timnya bergegas masuk ke lift, mereka memang sempat merasakan kepala menjadi aneh dan berat. Namun rasa itu tidak bertahan lama, mungkin karena dosis obat yang terhirup tidak terlalu banyak. Saat ini, Ziwu sudah mulai bisa memperkirakan cara kerja pelaku.
Sementara itu, usaha Wang Jin mengendalikan komputer belum membuahkan hasil maksimal. Meski ia bisa mengirimkan suara ke dalam ruangan, ia tidak dapat menentukan speaker mana yang akan digunakan untuk mengeluarkan suara tersebut. Setelah diselidiki, Wang Jin menemukan ada belasan speaker yang terpasang secara acak di sekitar dinding, bahkan terhubung dengan beberapa alat pengatur waktu.
Hal ini membuat Ziwu berani menduga, apakah pelaku sengaja memasang speaker bersama dengan bom? Jika benar demikian, maka suara yang masuk ke dalam ruangan bisa memicu ledakan yang fatal. Demi menjaga keselamatan para wanita di dalam ruangan, untuk sementara Ziwu dan tim memutuskan tidak berkomunikasi dengan mereka. Prioritas saat ini adalah menemukan lokasi penahanan terlebih dahulu.
Percakapan aneh yang muncul di ruangan penahanan sebelumnya tidak terdengar oleh tim kejahatan atau polisi mana pun karena masalah pada perangkat transmisi data, yang kemungkinan besar disengaja oleh pelaku.
"Kelihatannya pelaku kali ini benar-benar licik. Segala aspek sudah dipikirkan dengan matang. Sedikit saja kita lengah, bom bisa meledak," bisik Wang Jin.
"Aku masih merasa aneh dengan petunjuk yang ia berikan sebelumnya. Kunci diletakkan di dalam tubuh ketujuh wanita itu,