Bagian Ketujuh Puluh Tujuh: Xiao Mei Ditangkap
Luo Fanxiao menghela napas dan berkata, "Sekarang aku belum ingin memikirkan terlalu banyak, aku ingin mencari lebih teliti lagi di hilir banjir, aku selalu percaya pasti masih ada yang selamat. Kau mau ikut denganku?"
"Tadi kau bilang, Yun Zhi dan Yun Xiang pergi ke Pavilun Awan Iblis," ujar Yu Ning Han Die, tetapi ia justru bertanya sesuatu yang lain.
Luo Fanxiao mengangguk.
"Kalau begitu aku tidak ikut denganmu, aku ingin pergi ke Pavilun Awan Iblis lebih dulu." Tatapan penuh tipu daya Yun Baili selalu membuat hati Yu Ning Han Die merasa tidak tenang.
"Baiklah," jawab Luo Fanxiao pilu, lalu berbalik dan berlari menuju hilir banjir.
Yu Ning Han Die menggigit bibirnya, lalu berbalik menuju Pavilun Awan Iblis. Namun, ia teringat pada Xiao Mei. Xiao Mei belum tahu bahwa dirinya adalah perempuan. Agar Xiao Mei tidak syok melihatnya berpakaian wanita, Yu Ning Han Die pun mengganti pakaian menjadi laki-laki.
Sesampainya di Pavilun Awan Iblis, Yu Ning Han Die sempat mengira di depan pintu paviliun akan penuh sesak oleh orang-orang. Kemarin, Mo Di sudah membual di depan banyak orang, menjamin semua keinginan akan dipenuhi. Orang-orang tamak pasti tidak akan melewatkan kesempatan seperti ini, dan Yu Ning Han Die yakin kabar itu pasti sudah menyebar ke seluruh kota Ying. Seharusnya saat ini, di depan Pavilun Awan Iblis sudah menjadi lautan manusia.
Namun, yang dilihat Yu Ning Han Die justru sebaliknya. Pintu paviliun tampak sepi, tak terlihat seorang pun. Ia juga tidak melihat ada pelayan kecil yang keluar menyambut.
Mata Yu Ning Han Die berkilat, wajahnya penuh curiga.
Ada apa ini? Dengan kemampuan Mo Di, mustahil ia tidak tahu aku berdiri di sini begitu lama. Jangan-jangan sesuatu telah terjadi di Pavilun Awan Iblis. Yu Ning Han Die teringat pada tatapan penuh tipu daya Yun Baili.
Memikirkan itu, Yu Ning Han Die menendang pintu besar hingga terbuka. Ia melihat pelayan kecil tergeletak miring di anak tangga, darah menetes di sudut bibir, sudah tidak bernyawa. Rangkaian anggur di halaman telah tumbang, meja dan kursi berantakan.
Yu Ning Han Die sangat terkejut, ternyata benar-benar ada masalah di Pavilun Awan Iblis. Ia segera berlari ke bagian dalam, samar-samar mendengar suara perkelahian dari dalam, lalu melompat masuk.
Kilatan-kilatan cahaya hitam saling beradu, berputar dan bertabrakan. Mo Di dan Yun Zhi bertarung dengan sengit, sementara Yun Xiang tidak terlihat. Xiao Mei terluka dan tergeletak di tanah, napasnya lemah.
Yu Ning Han Die melihat Mo Di jelas-jelas kalah dibanding Yun Zhi, terpaksa terus menghindar, luka di wajah dan tubuhnya cukup parah. Yu Ning Han Die tahu kemampuan Yun Zhi, meski ia penerus ketua Klan Yun Shang, namun kekuatan dan kemampuannya masih kalah dibanding Mo Di.
Ia paham Mo Di pasti baru saja terkena hukuman langit, sehingga kekuatannya menurun dan kini kalah dari Yun Zhi. Yu Ning Han Die tahu kekuatan Mo Di baru akan pulih setelah tiga hari.
Tampaknya kemarin Yun Zhi menyusup di antara kerumunan orang, tahu bahwa Mo Di telah mengorbankan kekuatannya demi membantu Yu Ning Han Die, lalu hari ini datang mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Xiao Mei melihat Yu Ning Han Die, matanya menampakkan secercah kegembiraan. Dengan suara lemah ia berseru, "Tuan Yu, cepat selamatkan kakakku!"
Yu Ning Han Die melihat Yun Zhi memancarkan aura kejam, seberkas cahaya hitam mengarah ke Mo Di. Cahaya itu begitu cepat, tampaknya Mo Di tak sempat menghindar. Yu Ning Han Die segera melepaskan selendang sutra giok, mengerahkan kekuatan sejatinya, seberkas cahaya menahan Yun Zhi. Yun Zhi terkejut dan buru-buru menghindar. Melihat yang datang adalah seorang pemuda tampan, Yun Zhi pun bertambah bingung, kenapa di tangan pemuda ini ada selendang sutra giok?
"Siapa kau? Kenapa ikut campur urusan ini?"
"Aku adalah orang yang akan mengakhiri hidupmu!"
Yu Ning Han Die mengayunkan selendang sutra gioknya, langsung menyerang dada Yun Zhi. Yun Zhi ketakutan dan buru-buru menghindar, tapi jelas ia bukan tandingan Yu Ning Han Die. Hanya beberapa jurus, Yun Zhi terlambat menghindar, selendang sutra giok tepat mengenai bahu kirinya. Yun Zhi memuntahkan darah, terhuyung mundur beberapa langkah dan jatuh tersungkur.
Yu Ning Han Die melangkah maju, mencengkeram kerah Yun Zhi, membentaknya, "Mengambil kesempatan dalam kesempitan, apakah itu perbuatan seorang ksatria sejati?"
Yun Zhi berpikir, pemuda ini rupanya sangat mengenal Mo Di, tahu bahwa Mo Di sedang terluka, dan di tangannya ada selendang sutra giok, pasti berasal dari dunia dewa.
Yun Zhi cukup cerdas, ia sadar pemuda di depannya ini adalah seorang dewi yang menyamar. Meski diam-diam ia sering memicu masalah di dunia para dewa, namun secara terang-terangan, Yun Zhi tak berani, apalagi ia pun kalah kuat.
Yun Zhi pura-pura berkata dengan nada membenarkan diri, "Mo Di telah melanggar aturan langit, aku hanya ingin mewakili dunia dewa untuk memberinya pelajaran. Apa aku salah?" Ucapan Yun Zhi terdengar seolah tidak ada yang salah, seperti semuanya demi dunia dewa.
Namun Yu Ning Han Die tak termakan oleh kata-kata manis itu. Ia menarik Yun Zhi ke hadapan Xiao Mei, menunjuk luka-luka di tubuh Xiao Mei, dan berkata dingin, "Kau bilang memberi pelajaran pada Mo Di itu masuk akal, lalu bagaimana kau jelaskan luka-luka di tubuh Xiao Mei ini?"
"Itu..." Yun Zhi tak dapat berkata apa-apa.
"Baiklah, kalau kau tak bisa menjawab, berarti Xiao Mei tak bersalah. Apa aku juga harus mengembalikan semua rasa sakit yang diterima Xiao Mei kepada dirimu?" Mata Yu Ning Han Die menjadi tajam, ia mengangkat tangan.
Yun Zhi ketakutan hingga tubuhnya gemetar hebat, dalam hati berpikir, habislah aku.
"Sudahlah, Xiao Die, lepaskan dia saja," ujar Mo Di sambil menghela napas.
"Kau yakin?" tanya Yu Ning Han Die menatap Mo Di dengan ragu.
Mo Di mengangguk. Yun Zhi tak menyangka Mo Di membiarkan Yu Ning Han Die melepaskannya, sebersit kegembiraan melintas di matanya yang tak mudah disadari orang lain.
Mo Di tahu, jika hari ini Yu Ning Han Die melukai Yun Zhi, Klan Yun Shang akan punya alasan kuat untuk menantang Klan Yu Yu secara terbuka di dunia iblis, bahkan bisa menarik klan-klan lain ke pihak mereka. Sejak ibunya dibunuh oleh Klan Yun Shang, Mo Di sudah tahu ayahnya, Mo Liancheng, sangat waspada pada Yun Baili. Ini menandakan posisi Klan Yu Yu di dunia iblis sangat genting.
Mo Di tidak ingin menambah beban bagi ayahnya. Selama bertahun-tahun, Mo Liancheng sudah bersusah payah demi mempertahankan kedudukan Klan Yu Yu di dunia iblis.
Yu Ning Han Die ragu sejenak, akhirnya melepaskan Yun Zhi. Yun Zhi menunduk, melirik Xiao Mei, lalu tiba-tiba menangkap Xiao Mei, mengerahkan kekuatan gelap. Seketika asap hitam muncul, dan mereka berdua pun menghilang.
Yu Ning Han Die tak menyangka Yun Zhi begitu licik dan hina. Saat ia sadar, hanya ada seberkas asap hitam yang sempat ia tangkap, dan di udara asap itu berubah menjadi beberapa kata: Bawa tongkat Qiu Luo ke Paviliun Xuan Mo untuk menukar adikmu.
Yu Ning Han Die marah hingga menghentakkan kakinya dengan keras, hatinya penuh penyesalan. Mo Di juga tak menyangka Yun Zhi akan membalas kebaikan dengan kejahatan, ia sangat menyesal. Kini mereka hanya bisa memikirkan cara lain untuk menyelamatkan Xiao Mei.
Wajah Mo Di tampak suram, ia berjalan terpincang-pincang ke hadapan Yu Ning Han Die dan berkata, "Maaf Pavilun Awan Iblis membuatmu kerepotan."
"Xiao Mei ditangkap Yun Zhi saat berada di bawah perlindunganku, aku akan membantu menyelamatkannya," kata Yu Ning Han Die.
Mo Di tersenyum pahit, "Nona Xiao Die tak perlu merasa bersalah, ini urusan internal dunia iblis, aku akan menyelesaikannya sendiri."
"Tampaknya tidak sesederhana itu. Aku tadi melihat Yun Baili. Ia datang jauh-jauh dari perbatasan ke Tiongkok Tengah, masa hanya untuk menjenguk kedua anaknya?"
Mo Di terdiam. Ia tidak ingin menjelaskan pada Yu Ning Han Die. Tentu saja ia tahu tujuan Yun Baili ke Tiongkok Tengah adalah untuk mengetahui seberapa besar kekuatan dunia lain. Namun Mo Di tak menyangka Yun Baili ke kota Ying justru ingin mengambil nyawanya. Jika bukan karena perintah Yun Baili, Mo Di tahu Yun Zhi takkan berani berbuat sejauh ini, paling-paling hanya sekadar mencari masalah kecil saja.
Demi mengelabui orang, Yun Baili dan Yun Zhi serta Yun Xiang berpencar. Kebetulan di Yin Zhi turun hujan lebat, Yun Baili pura-pura pergi ke sana, sedang Yun Zhi dan Yun Xiang pergi ke Pavilun Awan Iblis untuk menghabisi Mo Di. Setelah itu, semua kesalahan akan dialihkan ke dunia dewa, memojokkan mereka agar dibenci semua orang, sekaligus menimbulkan permusuhan Klan Yu Yu pada dunia dewa dan menutup jalan mereka untuk berpaling.
Mo Di mengira hari ini ajalnya sudah di depan mata. Apalagi kekuatannya sedang melemah, ditambah kehadiran Yun Xiang. Tapi segalanya di luar dugaan. Yun Xiang hanya melukai Xiao Mei lalu tiba-tiba pergi, dan saat ia nyaris tak mampu bertahan, Yu Ning Han Die muncul. Namun sayangnya, Xiao Mei akhirnya tetap ditangkap Yun Zhi.
Mo Di tahu Yu Ning Han Die pasti tidak tahu semua ini, maka ia yakin kedatangan Yu Ning Han Die ke Pavilun Awan Iblis pasti ada tujuan lain.
"Xiao Die, kau ke Pavilun Awan Iblis ada urusan denganku, bukan?"
"Sebaiknya kita selamatkan adikmu dulu," jawab Yu Ning Han Die, tak mengungkapkan maksud kedatangannya. Ia merasa bersalah, sebab jika bukan karena dirinya Mo Di takkan terluka oleh hukuman langit, Yun Zhi pun pasti bukan tandingannya, dan Xiao Mei tidak akan terluka apalagi ditangkap. Ia tidak tahu bahwa Xiao Mei dilukai oleh Yun Xiang, sebab saat ia tiba, Yun Xiang sudah pergi.
Yu Ning Han Die juga heran mengapa ia tidak melihat Yun Xiang. Ia merasa ada hubungan aneh antara Mo Di dan Yun Xiang.
"Kalau kau ingin menolong adikmu, aku bersedia membantu," kata Yu Ning Han Die dengan nada bersalah.
"Terima kasih atas niat baikmu, aku bisa sendiri, tak perlu merepotkanmu. Kau pasti ke sini karena urusan Teratai Emas, sebaiknya cari Luo Fanxiao saja, mungkin dia bisa membantu. Dalam tubuhnya ada aura dewa, ada hubungan erat dengan Teratai Emas itu."
Yu Ning Han Die tertegun, tak menyangka Mo Di sudah menebak tujuan kedatangannya, ia pun jadi agak malu.
"Lalu adikmu bagaimana?" tanya Yu Ning Han Die dengan cemas.
Mo Di mengusap darah di sudut bibir, memaksakan senyum, "Jangan khawatir, aku pasti bisa menyelamatkan adikku."
"Apa kau benar-benar ingin menukar tongkat Qiu Luo, lambang klanmu, demi adikmu?"
"Ayahku takkan membiarkan aku memberikan tongkat Qiu Luo pada Yun Zhi, tapi aku pasti akan menemukan cara," jawab Mo Di dengan senyum pahit.
Yu Ning Han Die berpikir sejenak, "Kalau begitu, kalau kau sudah punya cara untuk menolong adikmu, aku takkan mengganggu lagi."
Setelah itu, Yu Ning Han Die berbalik meninggalkan Pavilun Awan Iblis. Melihat punggung Yu Ning Han Die yang menjauh, Mo Di pun menghela napas.
Xiao Die, entah di masa depan aku masih punya kesempatan untuk membantumu atau tidak.
Mo Di tahu, kali ini menyelamatkan adiknya adalah misi yang mustahil. Ia sangat paham betapa berbahayanya Paviliun Xuan Mo. Di sana, Klan Yun Shang memasang formasi rahasia warisan kuno, yang sampai sekarang belum ada yang berhasil menembusnya. Dalam keadaan normal saja Mo Di tidak yakin bisa melewati formasi itu, apalagi sekarang ia sedang terluka parah. Klan Yun Shang bisa begitu sombong di dunia iblis karena memiliki formasi yang belum pernah bisa dipecahkan orang lain.
Mo Di tak berani merepotkan Yu Ning Han Die, meski hanya sedikit saja tidak boleh. Luka yang pernah ia sebabkan pada Yu Ning Han Die, Mo Di takut seumur hidupnya pun tak akan mampu menebusnya.